Studi Kasus Pemecahan masalah

BAB I
LATAR BELAKANG

PENERAPAN KASUS

Wacana

Beberapa bulan setelah saya tiba, sesuatu menghantam saya seperti satu ton batu bata. Kita kekurangan kas! Lambat laun, saya menemukan bahwa perusahaan ini tidak memiliki sistem pengendalian keuangan yang menyeluruh – takseorang pun di seluruh tempat ini yang tampaknya mengerti sepenuhnya bagaimana proyeksi dan perencanaan finansial itu. Saya tidak dapat menemukan apa pun. Ini mungkin merupakan guncangan terbesar yang pernah saya dapatkan dalam karir bisnis saya. Saya telah tahu tentang mobil-mobil yang jelek, semangat kerja yang buruk dan pabrik-pabrik yang merosot. Tetapi saya tidak sampai menduga bahwa saya bahkan tidak dapat berpegang pada angka – angka yang benar supaya kita dapat membereskan beberapa persoalan mendasar.

Pertanyaan Bahasan 1
Apa yang harus anda lakukan jika menghadapi hal tersebut di wacana yang pada Bab I ?
(7 Langkah)

Analisa Jawaban 1
Yang pertama, memastikan posisi saya sebagai apa dalam struktur organisasi perusahaan, dan memiliki kekuasaan apa, agar mudah dalam melakukan tindakan selanjutnya. Mengapa demikian, karena untuk mengendalikan dan memimpin perusahaan, dibutuhkan posisi yang tinggi dalam struktur organsasi perusahaan dengan demikian kita punya kekuasaan dalam mempengaruhi atau merubah situasi dan itu pun hal yang utama untuk bisa mengendalikan situasi diperusahaan.

Kedua, menginvestigasi dan mengidentifikasi permasalahan yang terjadi. Bagaimana caranya? Melakukan tindakan desenralisasi dan menunjuk orang – orang yang dipercaya untuk menduduki pos – pos vital dalam perusahaan. Tujuannya agar kita mudah dalam mengumpulkan data – data yang faktual.

Ketiga, menganalisis tipe – tipe permasalahan yang terjadi. permasalahan yang terjadi harus kita analisa terlebih dahulu tipenya seperti apa, bagaimana bentuknya dan lainnya, antara lain Masalah terstruktur merupakan masalah pada umumnya, terus terang dan jelas dalam hal informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya, Contoh : keputusan kenaikan gaji, promosi, tugas kepanitian. Masalah tidak terstruktur merupakan masalah yang membingungkan dan memiliki informasi yang terbatas dalam situasi yang baru atau tidak terduga, Contoh : problem dimana salah satu unit bisnis terpaksa dijual. Masalah menghadapi krisis masalah yang tidak terduga dan dapat menghancurkan jika tidak tertangani dengan cepat dan tepat. Sehingga selanjutnya akan memudahkan kita dalam melakukan evaluasi altenatif pemecahan masalah.

Keempat, Mengembangkan Alternatif. Memeriksa masalah dengan cara lain, dan mencari atau menemukan perspektif baru yang tidak dipikirkan sebelumnya. Rembuk pendapat atau mencatat alternatif secara cepat, bagaimana pun bodohnya, termasuk proses penemuan yang sangat memuaskan. Sekali mendaftarkan atau mengartukan alternatif, akan membuka berbagai kemungkinan. Membuat catatan mengenai semuanya:
 Membutuhkan lebih banyak informasi
 Penyelesaian yang baru
 Dapat digabungkan atau dihilangkan
 Akan menemukan oposisi
 Terasa menjanjikan atau menggelisahkan

Kelima, Mempertimbangkan semua kriteria. Saat suatu penyelesaian yang cocok dapat menyelesaikan masalah, itu mungkin tidak akan berfungsi kalau sumber tidak tersedia, kalau orang – orang tidak menerimanya, atau itu menyebabkan masalah baru. Teknik –teknik di dalam mempertimbangkan alternatif (pilihan):

Analitik Tingkatan Matriks berdasarkan Thomas Saaty

Daftarkan alternatif – alternatif ke dalam lajur – lajur dan baris – baris sebagaimana tergambar di dalam matriks. Dimulai dengan Alternatif A, melintasi jalur – jalur di dalam matriks dan harga setimpal alternatif berlawanan satu dengan yang lain.

Jika suatu alternatif berdasarkan pertimbangan mempunyai nilai lebih dari pada yang lain. Berikan alternatif harga lebih dengan skor 1

Jika alternatif mempunyai nilai kurang dari pada yang lain Berikan harga alternatif lebih rendah dengan skor 0

Tambahkan skor untuk setiap baris/alternatif; skor tertinggi adalah harga alternatif tertinggi tergantung pada kriteria yang akan digunakan. Di dalam matriks, skor Alternatif C yang tertinggi, dengan demikian itu adalah alternatif dengan harga tertinggi.
Matriks SFF: Kecocokan, Kemungkinan & Kelenturan
Kecocokan Kemungkinan Kelenturan Total
Alternatif A
Alternatif B
Alternatif C
Alternatif D

Harga setiap alternatif dengan skala 1 – 3
 Kecocokan (keserasian): mengacu pada alternatif itu sendiri, apakah etis atau praktis. Apakah tepat atau penting di dalam skala? Suatu jawaban yang memadai? Terlalu ekstrim?
 Kemungkinan : mengacu pada Berapa banyak sumber yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah? (misalnya, apakah memberikan hasil) Bagaimana kemungkinan menyelesaikan masalah?
 Kelenturan : mengacu pada kemampuan untuk menanggapi akibat yang tidak disengaja, atau terbuka terhadap kemungkinan baru? Alternatif itu sendiri, apakah dapat mengontrol hasil awal.
Jumlah keseluruhan suatu skor setiap alternatif, bandingkan, prioritaskan alternatif –alternatifnya .
Keenam, Pilih alternatif terbaik
 Jangan mempertimbangkan setiap alternatif sebagai penyelesaian sempurna? Kalau ada kemungkinan yang tidak menyebabkan masalah pada langkah pertama.
 Pertimbangkan intuisi Anda, atau perasaan terdalam di dalam memutuskan suatu bagian kegiatan.
 Kembali kekepercayaan sebagai orang luar : Apakah saya kehilangan sesuatu ? Apakah ia (laki-laki/perempuan) melihat suatu masalah di dalam penyelesaian Anda?
 Kompromi (persetujuanbersama) Pertimbangan kompromi jika Anda mempunyai pegangan yang meyakinkan tentang masalah, dan alternatif Anda. Consider compromise when you have a full grasp of the problem, and your alternatives. Persaingan penyelesaian dapat memberi suatu penyelesaian hibrida.
Ketujuh, Implementasi dan Pengendalian Keputusan. Pada langkah terakhir inilah perjalanan dimulai, (seperti musafir saja) penerapannya pun harus disesuaikan dengan Basis pengambilan Keputusan Keyakinan, Intuisi ( suara hati ), Fakta – fakta, Pengalaman, Kekuasaan. Dan disesuaikan denganTeknik pengambilan keputusan Operation Research, Linear Programing, Gaming War Games, Probability, Ranking and statistical weighting, dan Gaya pengambilan keputusannya, Gaya Direktif, Gaya Analitis, Gaya Konseptual, Gaya Perilaku.

Pertanyaan Bahasan 2
Perencanaan yang bagaimana yang harus anda lakukan untuk mengahadapi kasus tersebut ?
(5 Perencanaan)

Analisa Jawaban 2
Saya membedakan perencanaan dalam sudut pandang berbeda, Dilihat dari SEGI WAKTU, dari segi waktu perencanaan dapat dibagi menjadi tiga yaitu pertama perencanaan jangka panjang, yang termasuk dalam perencanaan jangka panjang adalah rentang waktu sepuluh sampai tiga puluh tahun. Perencanaan jangka panjang ini bersifat umum, dan belum terperinci. Kedua, perencanaan jangka menengah, jangka menengah biasanya mempunyai jangka waktu antara lima sampai sepuluh tahun. Ketiga, perencanaan jangka pendek, yaitu perencanaan yang mempunyai jangka waktu antar satu tahun sampai lima tahun. Dari sudut pandang ini saya mampu menetapkan tujuan secara bertahap dan pasti.

Dilihat dari SEGI SIFATNYA perencanaan dibagi menjadi dua yaitu pertama, perencanaan kuantitatif, yang termasuk perencaan kuantitatif adalah semua target dan sasaran dinyatakan dengan angka-angka. Kedua, perencanaan kualitatif adalah perencanaaan yang ingin dicapai dinyatakan secara kualitas. Disini saya membentuk perencanaan saya menjadi data – data autentik.

Perencanaan dari SEGI LUAS WILAYAH, perencanaan dipandang dari segi luas wilayah dapat dibagi menjadi empat, yaitu pertamaperencanaan local, yaitu perencanaan yang disusun dan ditetapkan oleh lembaga-lembaga yang ada di daerah-daerah dengan sifat yang terbatas. Kedua, perencanaan regionaladalah perencanaan yang ditetapkan di tingkat propinsi.ketiga, perencanaan nasional, adalah perencanaan di suatau Negara dan dijadikan dasar untuk perencanaan local dan regional. Keempat, perencanaan internasional yaitu perencanaan oleh bebebrapa Negara yang melewati batas-batas suatu negara yang dilaksanakan melalui dari Negara-negara tersebut. Perencanaan ini membutuhkan partner – partner tergolong dalam perencanaan kerjasama.

Perencanaan dari SEGI LUAS JANGKAUAN terbagi menjadi dua yaitu pertama, perencanaan makro yaitu perencanaan yang bersifat universal, menyeluruh dan meluas. Kedua perencanaan mikro adalah perencanaan yang ditetapkan dan di susun berdasarkan kondisi dan situasi tertentu.

Dari segi PRIORITAS PEMBUATNYA perencanaan dapat dibagi menjadi tiga, pertama perencanaan sentralisasi, yaitu perencanaan yang ditentukan oleh pemerintah pusat pada suatu Negara. Kedua perencanaan desentralisasi yaitu perencanaan yang di susun oleh masing-masing wilayah. Ketiga perencanaan dekonsentrasi yaitu perencanaan gabungan antara sentralisasi dengan desentralisasi.

Dari SEGI OBYEK PERENCANAAN dibagi menjadi dua: pertama perencanaan rutin yaitu perencanaan yang di susun untuk jangka waktu tertentu yang dilakukan setiap tahun. Kedua perencanaan eksendental, yaitu perencanaan yang di susun sesuai dengan kebutuhan yang mendesak pada saat tertentu.

Dari SEGI PROSES, perencanaan dapat dibagi menjadi tiga kelompok, pertama perencanaan filosofikal, yaitu perencanaan yang bersifat umum, hanya berupa konsep-konsep dari nilai yang bersifat ideal dan masih memerlukan penafsiran-penafsiran dalam bentuk program. Kedua, perencanaan programial adalah perencanaan berupa penjabaran dari perencanaan filosofikal. Ketiga perencanaan operasional yaitu perencanaan yang jelas dan dapat dilakukan.

Semua perencanaan diatas bisa dilakukan, dan jelas perencanaan yang baik akan menghasilkan hasil yang baik juga. Yang harus saya lakukan dalam menyusun perencanaan adalah menggolongkan perencanaan – perencanaan berdasarkan sudut pandang penjelasan diatas, lalu menyiapkan sebuah konsep seperti jawaban nomor satu, mengukur dan mengkaji bersama tim ahli disetiap perencanaan yang telah disusun, terkhir menjalankan rencana – rencana tersebut.

Pertanyaan Bahasan 3
Upaya apa yang harus anda kerjakam agar semangat kerja kita meningkat kembali ?
(7 Langkah)

Analisa Jawaban 3

ASPEK – ASPEK SEMANGAT KERJA
Aspek – aspek semangat kerja perlu untuk dipelajari karena di dalam aspek tersebut dapatmengukur tinggi rendahnya semangat kerja. Menurut (Maier,1998:119), seseorang yangmemiliki semangat kerja tinggi mempunyai alasan tersendiri untuk bekerja yaitu benarbenar menginginkannya. Hal tersebut mengakibatkan orang tersebut memiliki kegairahan,kualitas bertahan dalam menghadapi kesulitan untuk melawan frustasi, sertamemiliki semangat berkelompok. Ada empat aspek yang menunjukan seseorang mempunyai semangat kerja yang tinggi yaitu :

a. Kegairahan
Seseorang yang memiliki kegairahan dalam bekerja berarti juga memiliki motivasidan dorongan bekerja. Motivasi tersebut akan terbentuk bila seseorang memilikikeinginan atau minat dalam mengerjakan pekerjaannya. Menurut (Jucius,1959) yang lebih dipentingkan oleh para karyawan adalah yang seharusnya bekerjauntuk organisasi bukan lebih mementingkan pada apa yang mereka dapat.

b. Kekuatan untuk melawan frustasi
Aspek ini menunjukan adanya kekuatan seseorang untuk selalu konstruktif walaupun sedang mengalami kegagalan yang ditemuinya dalam bekerja. Seseorang yang memiliki semangat kerja yang tinggi tentunya tidak akan memiliki sifat pesimis apabila menemui kesulitan dalam pekerjaannya.

c. Kualitas untuk bertahan
Aspek ini tidak langsung menyatakan seseorang yang mempunyai semangat kerjayang tinggi maka tidak mudah putus asa dalam menghadapi kesukaran-kesukarandi dalam pekerjaannya. Ini berarti ada ketekunan dan keyakinan penuh dalamdirinya. Keyakinan ini menurut (Maier,1998:120) menunjukan bahwa seseorangyang mempunyai energi dan kepercayaan untuk memandang masa yang akandatang dengan baik. Hal ini yang meningkatkan kualitas untuk bertahan. Ketekunan mencerminkan seseorang memiliki kesungguhan dalam bekerja. Sehingga tidak menganggap bahwa bekerja bukan hanya menghasilkan waktu saja, malainkan sesuatu yang penting.

d. Semangat kelompok
Semangat kelompok menggambarkan hubungan antar karyawan. Dengan adanya semangat kerja maka para karyawan akan saling bekerja sama, tolong menolong, dan tidak saling menjatuhkan. Jadi semangat kerja di sini menunjukkan adanya kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain agar orang lain dapat mencapai tujuan bersama.

GEJALA TURUNNYA SEMANGAT DAN GAIRAH KERJA.
Dengan mengetahui gejala turunya semangat dan kegairahan kerja maka dapat diambil tindakan – tindakan pencegahan masalah sedini mungkin antara lain :

1. Tingkat absensinya yang tinggi. Untuk melihat apakah naiknya tingkat absensi tersebut merupakan sebab turunnya semangat dan kegairahan kerja maka kita tidak boleh melihat naiknya tingkat absensi ini secara perorangan tetapi harus dilihat secara rata-rata.

2. Kegelisahan dimana – mana. Kegelisahaan di lingkungan kerja akan terjadi bilamana semangat dan kegairahan kerja turun, sebagai seorang pemimpin, kitaharus dapat mengetahui adanya kegelisahan – kegelisahan yang timbul dilingkungan kerja perusahaan. Kegelisahan ini dapat terwujud dalam bentuk ketidak tenangan kerja, keluh kesah dan lain-lain.

3. Tingkat perpindahan buruh yang tinggi. Keluar masuknya karyawan yang meningkat tersebut, terutama adalah disebabkan karena ketidak tenangan mereka bekerja pada perusahaan tersebut, sehingga mereka berusaha untuk mencari pekerjaan yang lain yang dianggap lebih sesuai. Tingkat keluar masuknya buruh yang tinggi selain dapat menurunkan produktivitas kerja, juga dapat mengganggu kelangsungan jalannya perusahaan tersebut.

4. Tuntutan yang seringkali terjadi. Tuntutan sebenarnya merupakan perwujudan dari ketidakpuasan, dimana pada tahap tertentu akan menimbulkan keberanian untuk mengajukan tuntutan.

5. Pemogokan. Tingkat indikasi yang paling kuat tentang turunnya semangat dan kegairahan kerja adalah bilamana terjadi pemogokan. Hal ini disebabkan pemogokan merupakan perwujudan dari ketidakpuasan dan kegelisahaan para karyawan.

Cara Meningkatkan Semangat dan Gairah Kerja.
Setiap perusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan semangat dan kegairahan kerja para karyawannya semaksimal mungkin, dan batas-batas kemampuan perusahaan tersebut. Bagaimana meningkatkan semangat dan kegairahan kerja semaksimal mungkin. Karena itu disini dicoba untuk memberikan beberapa cara bagaimana meningkatkan semangat dan kegairahan kerja, baik yang bersifat material maupun bersifat non material. Cara mana yang paling tepat sudah tentu tergantung kepada situasi dan kondisi perusahaan tersebut serta tujuan yang ingin dicapai. Untuk meningkatkan semangat dan gairah kerja menurut Nitisemito dapat ditempuh dengan cara :

• Gaji yang cukup. Setiap perusahaan seharusnya memberikan gaji yang cukup kepada karyawannya. Cukup berarti jumlah uang yang mampu dibayarkan perusahaan tanpa menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

• Pemberian fasilitas yang menyenangkan. Setiap perusahaan bilamana memungkinkan hendaknya menyediakan fasilitas yang menyenangkan bagi karyawannya. Fasilitas itu dapat berupa tempat ibadah, kantin, dan sebagainya.

• Menempatkan karyawan pada posisi yang tepat. Posisi yang tepat maksudnya adalah sesuai dengan ketrampilan masing-masing, ketidaktepatan menempatkan posisi para karyawan akan menyebabkan jalannya pekerjaan kurang lancar dan hasilnya tidak memuaskan.

• Memberikan kesempatan pada karyawan untuk maju. Dengan adanya kesempatan untuk maju maka akan mendorong semangat dan gairah kerja karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan.

• Mengusahakan karyawan mempunyai loyalitas. Kesetiaan atau loyalitas karyawan pada perusahaan dapat menimbulkan rasa tanggung jawab. Tanggung jawab dapat menciptakan semangat dan gairah kerja. Adapun caranya dengan memberikan kesempatan pada karyawan untuk ikut serta dalam pembelian saham perusahaan yang bersangkutan dan lain sebagainya.

• Harga diri perlu mendapatkan perhatian. Pemimpin perusahaan harus dapat menghargai diri karyawannya bila mereka ingin dihargai. Orang akan lebih senang bekerja dengan gaji yang rendah tapi dihargai daripada dengan gaji yang tinggi tetapi perusahaan tersebut merendahkan mereka.

• Mengajak karyawan untuk berunding serta mengatasi pelaksanaan pada perusahaan. Apabila pimpinan dalam melaksanakan pekerjaannya mengalami suatu masalah untuk dipecahkan secara pribadi maka karyawan perlu diajak berunding.

• Memperhatikan rasa aman untuk menghadapi masa depan. Untuk menciptakan rasa aman menghadapi masa depan, perusahaan dalam melaksanakan program pensiun bagi karyawan. Variasi dengan cara ini adalah bahwa disamping menyisihkan sebagaian dari keuntungan perusahaan, gaji karyawan dipotong untuk disetor bagi jaminan hari tua.

• Sekali-sekali perlu menciptakan suasana santai. Memberikan suasana santai bagi karyawan dimaksudkan agar karyawan tidak mengalami kebosanan dalam melakukan pekerjaan tiap hari.

Pertanyaan Pembahasan 4
Jika Anda seorang manajer bagaimana cara yang anda lakukan agar perusahaan mempunyai pengendalian keuangan ?
(5 Langkah)

Analisa Jawaban 4
Langkah – langkahnya sebagai berikut:

1. Tetapkan Tujuan Keuangan. Langkah pertama untuk menyusun rencana keuangan adalah untuk mengidentifikan siapa yang diinginkan, dan apa yang diperlukan untuk mencapainya. Pastikan untuk menuliskan tujuan sehingga memiliki sesuatu untuk merujuk kembali sebagai rencana.

2. Anggaran. Anggaran tidak harus menjadi beban yang berat dan merupakan komponen kunci dari rencana keuangan yang solid. Mulailah dengan menuliskan penghasilan bulanan, melacak dan total berapa banyak menghabiskan bulanan, dan menentukan utang – pembayaran kewajiban (misalnya, kartu kredit, pinjaman dll). Setelah menghitung pengeluaran bulanan, kurangi dari total pendapatan bulanan. Mengalokasikan jumlah lebihnya ke arah tabungan. Berpikir kreatif tentang cara –cara untuk memotong pengeluaran.

3. Penyimapanan uang otomatis. Setelah menentukan target jumlah tabungan, mempertimbangkan pengaturan transfer otomatis dari rekening bank utama sendiri kerekening tabungan khusus setiap bulan.

4. Set Up Sebuah Dana Darurat. Simpan dan sisihkan cukup uang untuk menutupi setidaknya minimal tiga, dan idealnya enam, bulan biaya hidup dalam untuk kasus kecelakaan, pengangguran atau peristiwa tak terduga.

5. Mencaripenasiahat Keuangan. Identifikasi tim profesional (yaitu, penasihat keuangan, akuntan, pengacara) yang dirasa nyaman bekerja dengannya. Menanyakan teman dan keluarga untuk referensi dan penasehat. Setelah dipilih, secara teratur meninjau rencana keuangan dengan tim dan memastikan untuk check in dalam setiap transisi kehidupan seperti memiliki anak, atau menikah atau bercerai, karena peristiwa ini dapat mempengaruhi rencana.

Sumber: http://id.shvoong.com/lifestyle/family-and-relations/2243689-tips-pengendalian-keuangan-anda/#ixzz3pljF71rg

BAB III
PE N U T U P

Tingkat persaingan yang semakin tajam pada saat ini ditambah dengan perubahan selera konsumen, kemajuan teknologi, serta perubahan sosial ekonomi memunculkan tantangan-tantangan dan peluang dalam bisnis. Perusahaan harus dapat memanfaatkan kemampuan yang dimiliki agar dapat memenangkan persaingan dan memperoleh profit semaksimal mungkin yang merupakan salah satu tujuan perusahaan.
Pengendalian manajemen keuanganmerupakan salah satu dari beberapa tipe aktivitas perencanaan dan pengendalian yang ada dalam suatu organisasi. Setiap perusahaan memerlukan pengendalian manajemenkeuangan, karena sistem tersebut didesain untuk mengatur aktivitas perusahaan melalui para pemimpin (manajer) organisasi agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan perusahaan.
Proses pengendalian dilakukan melalui para pemimpin (manajer) dengan penentuan tujuan dan strategi, pelaksanaan dan pengukuran serta analisis prestasi dan penghargaan. Karena dalam pelaksanaan pembangunan diera globalisasi ini, tenaga kerja memiliki peran dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dalam mencapai tujuan pembangunan.
Untuk itu dibutuhkan manusia-manusia yang berkualitas dan tangguh untuk siap memasuki era globalisasi dan mampu melakukan perubahan-perubahan untuk dapat bersaing serta berperan diera tersebut.

About gilanggp91

Berbagi informasi dan ilmu, semoga bermanfaat.

Posted on 5 Januari 2012, in Artikel and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bersama Berbagi

Sedikit Sama Dengan Berbagi, Banyak Sama Dengan Berbagi Bersama

gilanggp91

Semoga bermanfaat

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: